Bambang mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa dalam kecelakaan pesawat yang sempat menabrak tiga rumah itu. "Yang tewas masih belum tahu," pungkasnya.
Seperti diberitakan, sebuah pesawat Hecules milik TNI AU jatuh di permukiman penduduk di Desa Geplak, Kecamatan Keras, Magetan, Jawa Timur sekira pukul 06.30 WIB.Sebelumnya pesawat yang mengangkut para prajurit itu terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta menuju Bandara Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur tadi malam.
Kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Magetan, Jawa Timur, harus menjadi pelajaran dalam peningkatan proyeksi anggaran bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI)."Pemerintah ke depan harus memproyeksikan anggaran pertahan sekurang-kurangnya 75 persen dari kebutuhan minimalnya," ujar anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Yuddy Chrisnandi, melalui pesan singkatnya kepada okezone, Rabu (20/5/2009).Dia mengatakan, sampai saat ini anggaran TNI yang baru dapat dipenuhi negara sekira 45 persen dari kebutuhan minimalnya. "Ini adalah cermin ketidakberpihakan politik anggaran pemerintah kepada TNI," tandas politisi muda Golkar ini.
Lebih lanjut dia menambahkan, peningkatan proyeksi anggaran adalah guna mengurangi risiko penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) dan juga meningkatkan kesejahteraan prajurit.Dikatakan, minimnya anggaran pertahanan menyebabkan TNI tidak bisa memiliki peralatan perang, termasuk pesawat angkut yang baru apalagi modern.
Pesawat angkut baru dan modern dibutuhkan TNI supaya dapat meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan.Bahkan, tambah Yuddy, TNI juga tidak memiliki anggaran perawatan alutsista yang memadai untuk menjaga kesinambungan keamanan pengoperasian alat-alat pertahanannya."Kita prihatin, jatuhnya Hercules adalah musibah yang bila dirunut sebagai konsekuensi penggunaan alutsista udara yang sudah berumur tua serta ketidakcukupan biaya perawatan," terangnya
Okezone.com