Selasa, 19 Mei 2009

Bea Cukai Usut Jaringan Pemasaran Pita Cukai Palsu

SURABAYA - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Jatim I bergerak cepat dengan mengembangkan penyidikan kasus cukai palsu ke jaringan pemasaran yang diduga telah tersebar di Jawa Timur.

Pemeriksaan tampaknya tidak hanya berhenti pada orang-orang terdekat tersangka Bambang Sugiarto, tapi mulai diarahkan pada komplotan Bambang di Jatim. Pihak bea cukai menengarai peredaran cukai palsu itu telah menyebar ke sejumlah daerah.

Tidak hanya dikalangan produsen rokok lokalan, tapi juga ?menyusup' ke produsen rokok besar atau telah memiliki pasaran luas. Hal ini diindikasikan dengan lamanya masa operasional atau peredaran cukai palsu milik Bambang di Jawa Timur.

Kepala seksi Penyidikan dan Penindakan (P2) Kanwil DJ Bea Cukai Jatim I Tjerja Karya Adil mengatakan, Jawa Timur hanyalah salah satu sasaran pemasaran cukai palsu produksi Bambang. Lainnya diidentifikasi sudah beberapa tahun dipasarkan di daerah Jawa Tengah. Terutama Jepara, Semarang, dan Solo.

"Distribusi cukai palsu ini sudah ke mana-mana, bahkan hingga keluar pulau Jawa," ungkap Tjerja, Senin (18/5/2009).

Di Jawa Timur sendiri, dugaan pemasaran cukai palsu yang diproduksi Bambang Cs sudah merambah ke hampir semua kota dan kabupaten. Hal itu disampaikan Tjerja dengan menyatakan bahwa sebenarnya peredaran cukai illegal tersebut telah diintai bea cukai sejak tiga bulan sebelum pabrik utamanya di Slipi, Jakarta dan Tangerang digerebek.

"Pergerakan mereka sudah kita pantau sejak tiga bulan lalu. Tapi bea cukai tidak langsung melakukan penangkapan," tuturnya.

Lamanya proses pemantauan intelijen oleh pihak bea cukai, kata Tjerja, disebabkan pihaknya tidak ingin hanya menangkap pelaku lapangan yang hanya berperan pengedar cukai palsu. "Temuan intelijen itu terus ditelusuri sampai ke tingkat produsen agar bisa menangkap kakapnya sekaligus," papar Tjerja.

Pihak Kanwil DJBC Jatim I belum bersedia membeber hasil ungkap pengembangan kasus cukai palsu terbesar yang digerebek Direktorat Jendral Bea Cukai Jakarta, tiga hari lalu di kawasan Slipi dan Tengerang.

Seperti diberitakan, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Jatim I bekerja sama dengan Polwiltabes Surabaya menggerebek tiga unit rumah mewah yang diidentifikasi sebagai milik tersangka Bambang Sugiarto. Operasi penggeledahan ini menyusul terbongkarnya pabrik cukai palsu di Tangerang, dua hari lalu atau tepatnya Sabtu 16 Mei lalu. (Destyan Soejarwoko/Koran SI/kem)

0 komentar:

free counters